Karhutla Tewaskan 12 Bekantan di Kalsel

JAKARTA, ALIRKINI – Sebanyak 12 bekantan mati terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Hulu Sungai Selatan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan memastikan kematian satwa setelah pemeriksaan lapangan.

Kebakaran terjadi pada Minggu, 13 September 2026 di habitat bekantan. Tim Rescue Satwa BKSDA menindaklanjuti laporan kebakaran tersebut sehari kemudian. Pemeriksaan dilakukan setelah laporan diterima dari petugas pemadam setempat.

Tim kemudian menyisir kawasan sekitar sungai bersama masyarakat setempat. Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan yang terdampak kebakaran. BKSDA memastikan seluruh satwa tersebut mati akibat terbakar.

Penyebab awal kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan oleh BKSDA. Berdasarkan keterangan kepala desa, api diduga berasal dari luar habitat bekantan. Api kemudian diduga merembet akibat angin kencang menuju kawasan habitat tersebut.

Puluhan Bekantan Masih Hidup

Bangkai 12 bekantan kemudian dikuburkan setelah pemeriksaan selesai dilakukan. Proses penguburan disaksikan kepala desa dan masyarakat setempat. BKSDA juga menemukan satu piton dan satu king kobra mati terbakar.

BKSDA menemukan 32 bekantan lain dari kelompok yang sama masih hidup. Puluhan bekantan tersebut berada di sisi berbeda lokasi terdampak kebakaran. Temuan tersebut diketahui ketika tim melakukan penyisiran kawasan habitat.

Kawasan terdampak kebakaran merupakan Areal Penggunaan Lain atau APL. Lokasi tersebut terdiri atas tanah desa dan tanah milik masyarakat. Kedua area habitat tersebut terfragmentasi oleh jalan aspal.

Habitat Bekantan Masih Dipantau

Menurut keterangan kepala desa, terdapat sekitar 60 bekantan dikawasan tersebut. Namun, jumlah tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemantauan BKSDA. Selain bekantan, kawasan tersebut juga menjadi habitat lutung serta monyet ekor panjang.

Berdasarkan catatan BKSDA, populasi bekantan Kalsel mencapai 3.757 individu. Data tersebut merupakan perkiraan populasi bekantan pada tahun 2025. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten atau kota Kalimantan Selatan.

BKSDA mencatat 1.281 bekantan berada dalam kawasan konservasi Kalsel. BKSDA masih mengecek kondisi satwa yang bertahan setelah kebakaran terjadi. Tim juga mengkaji kelayakan habitat dan kemungkinan translokasi apabila diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *