JAKARTA, ALIRKINI – Kuliah Umum JOURNEY 2026 membahas tantangan jurnalistik lapangan bagi mahasiswa. Kegiatan berlangsung pada Senin, 14 September 2026, di Auditorium Politeknik Negeri Jakarta. Irfan Efendi, M.I.Kom., membagikan pengalaman jurnalistik serta pentingnya etika peliputan.
Kuliah umum berlangsung pukul 09.50 hingga 11.20 WIB dan dimoderatori Amalia Rizky Fatonah. Irfan Efendi merupakan campers Liputan 6 SCTV dan dosen TGP. Ia mengawali karier jurnalistiknya sejak 1996 melalui pengalaman peliputan lapangan.
Irfan menjelaskan bahwa pekerjaan jurnalistik memiliki tanggung jawab berat bagi wartawan. “Tugas jurnalistik itu lebih berat dibandingkan pekerjaan biasa,” ujar Irfan. Menurutnya, jurnalis lapangan harus siap menghadapi berbagai kondisi berbahaya.
Ia pernah meliput kerusuhan Ambon yang melibatkan dua kelompok masyarakat. Dalam peliputan tersebut, Irfan harus memberitakan kedua pihak secara berimbang. Ia menerapkan prinsip “check dan re-check” untuk memastikan informasi tetap akurat.
Etika Menjadi Dasar Peliputan Visual
Irfan juga menekankan pentingnya etika ketika wartawan mengambil gambar selama peliputan. Menurutnya, “visual bukan hanya sebagai pelengkap” dalam sebuah berita. Visual yang kuat dapat membantu pembaca mengingat cerita yang disampaikan wartawan.
Ia menjelaskan bahwa gambar harus memiliki kekuatan dramatis dan mampu bercerita. Wartawan perlu mengatur sequence agar rangkaian gambar membentuk cerita utuh. “Kita yang mengatur sequence,” kata Irfan saat menjelaskan proses pengambilan gambar.
Menurut Irfan, storytelling membutuhkan gambar yang mampu menggambarkan sebuah peristiwa. Gambar tersebut juga harus meninggalkan kesan sehingga mudah diingat audiens. Karena itu, wartawan perlu mempertimbangkan makna setiap gambar sebelum mengambilnya.
Ketelitian Menentukan Arah Peliputan

Irfan menceritakan pengalaman ketika dirinya bersama seorang reporter meliput kebutuhan pokok. Mereka sempat mencari lokasi bernama “warung tembakau” berdasarkan informasi sebelumnya. Kesalahan pemahaman tersebut membuat mereka hampir meliput objek yang berbeda.
Setibanya di kantor, produser menanyakan hasil liputan yang sudah diperoleh. Barulah diketahui bahwa tugas mereka sebenarnya adalah meliput sembako. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya memastikan objek liputan sebelum wartawan turun lapangan.
Moderator Amalia Rizky Fatonah menyebut penyampaian berita terus berubah mengikuti perkembangan zaman. “Mau bagaimana pun cara penyampaian berita sudah berubah mengikuti perkembangan zaman,” ujar Amalia. Perkembangan teknologi turut memengaruhi cara wartawan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
